24 October 2017

Aku, Gelora, Rasa, dan Angan


Aku selalu benci dengan kerumunan.
Hari itu tak sengaja menemukanmu di tengah kerumunan.
Kemudian aku bersembunyi dibalik kerumunan, sibuk menatapmu.
Berusaha tidak mengundang perhatianmu.
Namun di titik butamu itu, kau berhasil menemukanku.
Tubuhku kaku.

Semenjak hari itu, mata kita selalu bertemu, sekejap, lalu berakhir.
Tak ada sapa. Tak ada kata. Tatap dan senyum menjadi bahasa kita.
Apa kau pernah melihat bintang jatuh?

10 May 2017

Kisah Gadis Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut

Kembali hari ini sang gadis pendosa,
berdiri dibawah tiang lampu usang,
yang lampunya telah redup padam.
Seperti malam-malam sebelumnya.
Ia mengdongak pada langit,
rambut panjangnya terurai bersaing dengan gelap.
Malam ini dingin, bintang tak menari-nari.
Luna pun urung menampakan diri.
Namun sang gadis tetap disana, mencari.

21 March 2017

Dari Titik Gelap


Senja merah mengatakannya lagi.
Bahwa malam ini adalah malam sang luna.
Luna ini berdiri sendiri.
Ia bukan milik siapapun.
Ia bersinar dan akrab dengan malam.

Dibawah payung langit gelap.
Seorang gadis menyapu pelupuk matanya.
Hujan deras yang ia ciptakan tak dapat ia hentikan.
Ia berduka. Ia terluka.
Cahaya sang luna tak dapat menjadi miliknya.

20 February 2017

Sudut dari Kilau


Langit malam gelap apa kau merasakannya?
Kurasa kau bebas dari itu.
Kuberi kau satu pelajaran dariku.
Bahwa sudut itu tajam.
Tajamnya mungkin bisa menusuk jiwamu.

Takut?
Ya, aku takut sudut itu akan menyempit.
Dan mungkin akan membelah diriku.
Memaksa bendungan dinding di pelupuk mata,
 
Powered by Aishi♥