10 May 2017

Kisah Gadis Yang-Namanya-Tak-Boleh-Disebut

Kembali hari ini sang gadis pendosa,
berdiri dibawah tiang lampu usang,
yang lampunya telah redup padam.
Seperti malam-malam sebelumnya.
Ia mengdongak pada langit,
rambut panjangnya terurai bersaing dengan gelap.
Malam ini dingin, bintang tak menari-nari.
Luna pun urung menampakan diri.
Namun sang gadis tetap disana, mencari.

21 March 2017

Dari Titik Gelap


Senja merah mengatakannya lagi.
Bahwa malam ini adalah malam sang luna.
Luna ini berdiri sendiri.
Ia bukan milik siapapun.
Ia bersinar dan akrab dengan malam.

Dibawah payung langit gelap.
Seorang gadis menyapu pelupuk matanya.
Hujan deras yang ia ciptakan tak dapat ia hentikan.
Ia berduka. Ia terluka.
Cahaya sang luna tak dapat menjadi miliknya.

20 February 2017

Sudut dari Kilau


Langit malam gelap apa kau merasakannya?
Kurasa kau bebas dari itu.
Kuberi kau satu pelajaran dariku.
Bahwa sudut itu tajam.
Tajamnya mungkin bisa menusuk jiwamu.

Takut?
Ya, aku takut sudut itu akan menyempit.
Dan mungkin akan membelah diriku.
Memaksa bendungan dinding di pelupuk mata,

08 February 2017

Sang Asa Pengundang Rasa


Suara merdu dari sang asa kudengar lagi.
Ia tersenyum dan bermain dengan kerlip.
Ia bercahaya dan menyatu dengan kerumunan.
Tapi sangat kontras dengan sendu ditelingaku.
Sesekali ia menunduk memandangi jari kelingkingnya dengan pilu.
Melirik benang merah yang telah tercabik-cabik tanpa sisa.
Berharap sebuah mustahil melewatinya dengan cara yang asing.
Hujan diam yang ia ciptakan bahkan lebih deras dari hujan diluar jendela.
 
Powered by Aishi♥