26 April 2015

Apa Kepribadianmu?

     Kepribadian atau sifat seseorang bisa diketahui dengan berbagai cara, salah satunya dengan tes psikologi, entah menjawab pertanyaan ataupun memilih gambar.
     Seorang psikolog mengembangkan beberapa gambar yang telah diuji bentuk dan warnanya hingga didapatkan satu set gambar terbaik. Bentuk-bentuk ini mewakili 9 tipe kepribadian dasar.
     Dibawah ini sudah disiapkan beberapa gambar. Pilihlah 1 gambar (hanya 1) yang paling kamu sukai dari semua gambar.


***

20 April 2015

Otak Kanan, Kiri atau Keduanya?


     Otak kita dibagi menjadi dua bagian, yaitu otak kanan dan kiri. Kedua struktur ini sangat kompleks, akan tetapi teori modern mengatakan bahwa masing-masing bagian ini berperan untuk berbagai macam jenis pemikiran. Sangat sulit untuk memisahkan kedua struktur otak ini, akan tetapi percobaan telah menunjukkan bahwa satu sisi bagian otak memiliki jenis pemikiran tertentu yang lebih bnyak dari pemikiran sisi bagian otak lain. Hal ini juga menunjukkan bahwa masing-masing dari kita lebih menyukai satu mode pemikiran dari pada yang lain.
     Beberapa pakar menyebutkan bahwa otak kiri merupakan pusat Intelligence Quotient (IQ). Sementara itu otak kanan berfungsi dalam perkembangan Emotional Quotient (EQ). Perbedaan dua fungsi otak sebelah kiri dan kanan akan membentuk sifat, karakteristik, dan kemampuan yang berbeda pada seseorang.
     Tes ini dilakukan dengan melihat sebuah gambar berformat gif seorang gadis yang sedang berputar.
     Jika melihat gadis tersebut berputar searah jarum jam maka menggunakan otak kanan. Jika melihat gadis tersebut berlawanan arah jarum jam maka menggunakan otak kiri. Beberapa melihat gadis ini berputar dua arah, tapi kebanyakan orang melihat satu arah. 
     Jika kalian dapat mengganti arah berputar tanpa melihat salah satu arah dan tanpa mengubah pandangan kalian, maka IQ kalian diatas 160 yang hampir setara jenius level.
     Sekarang coba perhatikan gambar ini baik-baik!

16 April 2015

I Want To Live With You

Namaku Junpei, umur 20 tahun, aku tinggal di satu apartemen di Tokyo yang baru-baru ini ku pindahi. Ini adalah pengalamanku dengan orang yang ingin mati, orang yang kehilangan harapan hidup. Apa kau pernah ingin mati? Aku tidak pernah terpikirkan tentang itu. Tapi aku pernah membuat orang lain ingin mati.
***
“oke, internet sudah tersambung. Huh, sepertinya sudah semuanya dibenahi, apartemen baru siap semua. Ahh waktunya bersantai” aku menyalakan rokok ku, dan mulai menjelajahi dunia maya. Setelah aku mendengar berita tentang bunuh diri massal di sebuah acara berita pagi, tanpa sadar aku mengetik “bunuh diri massal” dalam pencarian google, si mbah digital yang tau segala macam hal.
“woooohhh” banyak sekali hasil yang muncul. Aku tertarik kepada salah satu blog yang menunjukan suatu pengumuman.
Aku membuka link tersebut dan melihat papan pengumuman yang berketerangan “hanya orang yang benar-benar ingin mati, isi formulir ini” dibawahnya ada keterangan pencarinya “perempuan, 17 tahun, tokyo”
“hah, 17?!” aku tersentak kaget, bagaimana bisa anak remaja berumur semuda itu berpikir ingin mati?
Disana ada link menuju home pagenya, aku membukanya dan melihat isi posnya setiap hari yang menunjukkan hal yang sama, kesedihan hari-harinya. Di backgroundnya ada foto langit biru yang indah
Hmm, aku jadi penasaran mengapa dia ingin mati. Aku akan mengiriminya sebuah e-mail.

09 April 2015

Like We Used To

“Maaf” Lala mengucapkan kata terakhirnya, kemarin sore, hanya itu satu kata yang bisa ku dengar dari semua kata-katanya.
Aku mencoba untuk tenang, dan mencoba untuk mengerti. Tapi justru aku semakin masuk kedalam ketidak mengertian atas semua ini. Dan kenanganku kembali kepada 14 bulan 7 hari yang lalu.
Saat itu hujan turun, aku dan dia berada dimobil. Aku mengantarnya ke rumah dari pesta prom akhir tahun di SMA. Mobilku telah berhenti di depan rumahnya, tapi aku masih memegangi tangannya tak ingin dia pulang lebih cepat.
“Key, sampai kapan kau akan memegangi tanganku? aku harus pulang” katanya lembut.
“tunggulah sebentar lagi, kalau kau pergi aku akan gila” kataku merengek.
“kamu berlebihan, tapi…baiklah” Lala tersenyum, sungguh manis.
“ada hal yang ingin ku katakan…hmm sudah lama aku ingin mengatakan ini”
“oke, aku mendengarkan”
“hmm sebetulnya…” lidahku seakan kelu.
“ya…” Lala mendekatkan wajahnya tidak sabar.
Aku memegangi tangannya lebih erat “sebetulnya…aku sudah lama suka kau La, sejak saat kita bertemu dikelas 1. Jadi… hmm bolehkah aku mendapat kehormatan untuk jadi pacarmu?”
Lala tertegun tapi tersenyum, lebih manis dan indah. Tapi dia tidak menjawab apapun, aku mulai panik. Tiba-tiba dia mulai mendekatkan wajahnya. Lalu mengecup bibirku. Sekejap, namun terasa abadi. Aku tersentak kaget. Tapi dia hanya tersenyum dan berkata. “tentu saja boleh”
Sejak saat itu, semua hari terasa sangat indah.

05 April 2015

Perpisahan Sementara

Waktu jua,
Akhirnya kini turut bicara,
Dan kita harus berpisah dulu,
Sementara.

Maafkanlah,
Terima kasih ucap dariku,
Atas segala yang telah terjadi hari ini.

Tinggalkan kenangan di hati.
Esok jumpa lagi disini,

 
Powered by Aishi♥