22 March 2015

Sisa Hujan


Langit kelabu.

Kilat menggores kepedihan.
Hanya ada suara gemuruh angin,
yang membahana dikepala.
Hanya ada suara kepanikan kilat,
menjadi satu dalam dingin.
Tak lagi kudengar,
suara musik indah dari negeri lain.

Hujan, basuh segera kepedihan.

Kilat, hujam segera jiwa sepi.
Angin, kembalikan suara gitar indah yang hilang.
Kesepian ini telah akut.
Kebosanan ini telah kronis.

Dalam kepekatan,

kupejamkan mata,
resapi segalanya,
yakini ada terang.
Bagai hujan yang menyisakan pelangi,
tuk tersenyum.

No comments:

Post a Comment

 
Powered by Aishi♥