16 February 2016

Berziarah dengan Rindu ke Makam Waktu


Malam sunyi menyelimutiku.
Sejuk angin berebut mengusap air mataku.
Langit berubah pilu.
Ketika penaku menulis rindu.

Aku kenal kesunyian ini.
Biarkan rindu mengalir diantara memori,
Agar bayangmu menghujam kembali.
Menemaniku sepanjang malam ini.

Merindumu adalah berziarah ke makam waktu.
Aku disapa dingin yang menyerbu,
Beserta sakit yang melulu.
Biarkan rindu melambung pasrah dilangit kelabu.

Air mata langit tumpah deras ke bumi.
Bumi menyambutnya tanpa dengki.
Mungkin ia tau sang langit merasa sunyi.
Merindukan sang bulan yang urung mengunjungi.

Malam terus beriringan dengan waktu.
Menuju matahari baru.
Namun aku masih bercengkrama dengan rindu.
Bersama dingin bayangmu.

Ini bukan sekedar elegi dimalam sunyi,
Tapi ini rindu sampai mati.
Untuk sang bulan yang tak pernah mengerti.
Bahwa sang waktu menguburku dalam sunyi.

No comments:

Post a Comment

 
Powered by Aishi♥