18 February 2016

Sebuah Tangis Langit


Hujan datang kembali.
Mengapa kau menangis wahai langit?
Rindukah kau pada sang bulan?
Sering kali kutemukan rintik membawa kenang di keningku.

Hujan ini, aku dapat merasakan sedihmu wahai langit.
Ataukah ini kesedihanku sendiri? Ah, entahlah.
Sengaja kubiarkan hujan membasahiku.
Agar air mata ini tertutupi.
Agar meluruhkan sesak di paru-paruku,
yang sedari tadi mencoba meremukan tubuhku.

Meski hanya dinaungi rintik hujan, tapi kenangan turun bagai badai.
Menciptakan ombak hebat di laut kepalaku.
Menciptakan angin yang mampu menghancurkan setiap dinding kepalaku.
Langit, inikah yang kau rasakan?

Kenangan yang telah lama terlelap, bangun seketika.
Seperti memanggil pulang nama seseorang,
yang telah pergi tapi ingatan tentangnya menetap.
Sesungguhnya aku tak pernah pergi.
Bila aku tak terlihat,
mungkin aku hanya tenggelam oleh air mataku sendiri.

No comments:

Post a Comment

 
Powered by Aishi♥