09 March 2016

Kecup Sang Waktu


Awan hitam mengiringiku pulang.
Memintaku menatap mata langit yang hendak menangis.
Ilalang-ilalang berbisik untuk menetap.
Jalan yang kutapaki menahan langkah kecilku.
Bahkan matahari pun tak setuju.

Piknik bersamamu sore itu masih hangat dalam kepalaku.
Sentuh, genggam, pelukmu masih hangat dalam tubuhku.
Kita tak bisa menghindari kutukan sang waktu.
Kecup sang waktu berharga juga mahal.
Sebab itu ia menjadi musuh utama kita.

Kelak kita tidak akan berada disatu meja yang sama.
Untuk berbagi cerita, bersama 2 cangkir kopi hangat.
Bercampur dengan denting lembut penuh pahit dan manis.
Kelak kopi itu akan habis, cerita kita akan habis.
Entah untuk bersama di lain tempat atau hanya berjumpa dengan nostalgia.

Biar semua suka, duka, lega, sesak, serta rindu ini kubawa pulang.
Agar bisa kurangkai menjadi mahkota indah nan berharga.
Yang akan menggumpal kenang di kening.
Biar kecup sang waktu ini abadi dalam bingkai kita.
Agar bisa tersimpan dalam laci kita masing-masing.
Yang akan membawa kita berkelana dalam hening.

No comments:

Post a Comment

 
Powered by Aishi♥