08 February 2017

Sang Asa Pengundang Rasa


Suara merdu dari sang asa kudengar lagi.
Ia tersenyum dan bermain dengan kerlip.
Ia bercahaya dan menyatu dengan kerumunan.
Tapi sangat kontras dengan sendu ditelingaku.
Sesekali ia menunduk memandangi jari kelingkingnya dengan pilu.
Melirik benang merah yang telah tercabik-cabik tanpa sisa.
Berharap sebuah mustahil melewatinya dengan cara yang asing.
Hujan diam yang ia ciptakan bahkan lebih deras dari hujan diluar jendela.

Sang gadis pendosa diam-diam mengintip dari balik awan hitam.
Memandangi sang asa yang kehilangan asa.
Ia membawanya, ke angan-angan sebelum tidur.
Langit dan bumi tak akan bisa menjadi perumpama.
Sang gadis tak memalingkan pandangannya.
Jauh, sungguh jauh tak tergapai.
Hingga membentangkan bendungan dipelupuk mata.
Aku hanya seorang gadis pendosa yang menatap asa penuh rasa.
Biarkan sang asa menjadi matahari sesaat tuk sang pendosa ini.

No comments:

Post a Comment

 
Powered by Aishi♥