21 March 2017

Dari Titik Gelap


Senja merah mengatakannya lagi.
Bahwa malam ini adalah malam sang luna.
Luna ini berdiri sendiri.
Ia bukan milik siapapun.
Ia bersinar dan akrab dengan malam.

Dibawah payung langit gelap.
Seorang gadis menyapu pelupuk matanya.
Hujan deras yang ia ciptakan tak dapat ia hentikan.
Ia berduka. Ia terluka.
Cahaya sang luna tak dapat menjadi miliknya.

Sesekali sang luna meredup melahap pilu.
Melihatnya serasa ditinggalkan oleh sang waktu.
Namun malam hanya berpaling pada waktu sejenak.
Ketika senja merah datang, luna tersenyum kembali.

Dan aku...hanya seorang gadis yang memandang senyum sang luna dari titik gelap.

No comments:

Post a Comment

 
Powered by Aishi♥